OPINI TUTUPNYA GERAI SEVEL ELEVEN
Minimarket
7-eleven atau beken dengan sebutan “Sevel”,
resmi akan menutup semua gerainya di Indonesia sejak Jumat 30/6/2017. Penutupan
ini disebabkan sejumlah faktor, mulai dari target perusahaan yang tidak
tercapai dan mengalami kerugian sejak 2015. Salah satu penyebabnya adalah tidak
seimbangnya antara beban operasional dan pemasukan yang diterima. Banyaknya
pengunjung yang nongkrong tak berarti banyak barang yang laku dibeli. Tutupnya
gerai Sevel ini ternyata membuat para konsumen, khususnya anak muda, merasa
kehilangan tempat untuk nongkrong bersama teman-temannya. Menurut
saya penutupan gerai seven eleven di seluruh indonesia ini sangat di sayangkan.
Saya sendiri terbilang sering nonkrong di sevel, karna kalau nongkrong di sevel
namanya juga mahasiswa budgetnya dikit dan kalo makan di sevel ga mesti
ngelarin uang banyak untuk sekedar nongkrong bisa dapat wifi juga.
Tidak
hanya untuk kalangan mahasiswa saja 7-Eleven Indonesia memang mampu menyedot
kehadiran pelanggan dari golongan komunitas orang muda, serta karyawan yang
butuh makan siang atau tempat nongkrong sepulang kerja. Hal lain yang disukai adalah 7-Eleven juga menjual produk-produk andalannya. Produk yang ditawarkan
adalah produk-produk yang diminati masyarakat Jakarta, seperti Slurpee, Gulp,
Big Gulp, Big Bite, Hot Dog, Rice Bowl, Katsu, Spaghetti, Fetuccini, dan bakery
yang merupakan makanan siap saji segar. Menu-menu di atas adalah menu makanan
cepat saji yang diminati pelanggan dan Hal inilah yang membuat outlet tersebut
menjadi berbeda dengan para pesaingnya,
Perbedaan yang yang dapat di deferensiasikan dengan kuat adalah dimana
konsumen yang berkunjung dapat dengan bebas meracik sendiri komposisi makanan
yang akan di belinya. Harga
produk di 7-Eleven dijual dengan harga terjangkau, fresh, segar, dan tersedia
setiap saat. Hal ini dinilai telah sesuai dengan pasar sasarannya yang
didominasi kaum muda yang belum mempunyai penghasilan tinggi, waralaba ini
mematok harga yang cukup terjangkau.
Berdasarkan
hasil analisis terhadap kasus pemasaran 7 Eleven maka dapat di simpulkan bahwa
kunci utama dalam keberhasilan 7 eleven dalam usahanya memenangkan persaingan
adalah pengetahuan yang kuat tentang pasar yang dilayani. Disini, pengelola
merek harus memahami prilaku konsumennya maupun prilaku dan strategi yang
dijalankan oleh para pemain yang ada.
Komentar
Posting Komentar